Logo ANRI
ANRI Dorong Penguatan Kapasitas Pelestarian Warisan Dokumenter di Kawasan Asia Pasifik

© Arsip Nasional RI / Lukman Nul Hakim

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), memberikan sambutan pada kegiatan Lokakarya Pelatihan Internasional Memory of the World (MoW) 2026 di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, ANRI, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

ANRI Dorong Penguatan Kapasitas Pelestarian Warisan Dokumenter di Kawasan Asia Pasifik

© Arsip Nasional RI / Lukman Nul Hakim

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), (kedua dari kanan) sedang menjawab pertanyaan dari jurnalis yang hadir pada kegiatan Lokakarya Pelatihan Internasional Memory of the World (MoW) 2026 di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, ANRI, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

13

Oct 26

ANRI Dorong Penguatan Kapasitas Pelestarian Warisan Dokumenter di Kawasan Asia Pasifik

Jakarta – 13/10/26, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mendorong penguatan kapasitas dan kolaborasi dalam pelestarian warisan dokumenter melalui Lokakarya Pelatihan Internasional Memory of the World (MoW) 2026 yang diikuti perwakilan 16 negara dan berlangsung di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, ANRI, Jakarta. Kepala ANRI, , menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan mempelajari praktik baik dari negara-negara lain dalam mengusulkan warisan dokumenter ke dalam Register MoW.

Dalam sambutannya, Mego menyampaikan kebanggaan atas penyelenggaraan lokakarya yang menjadi kegiatan pertama terkait UNESCO di ANRI sejak Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO berada di bawah kepemimpinan Menteri Kebudayaan pada pertengahan 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang hadir di tengah padatnya agenda.

Mego menjelaskan, sejak 2021 ANRI menjalankan peran sebagai Sekretariat Komite Nasional MoW Indonesia. Tanggung jawab tersebut meliputi koordinasi nominasi warisan dokumenter Indonesia untuk register nasional maupun internasional, mendorong pelestarian dan akses terhadap warisan dokumenter, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai program MoW.

“Hingga saat ini, Indonesia telah mencatatkan 80 warisan dokumenter dalam Register Nasional, lima warisan dokumenter dalam Register Regional MoW Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP), serta 16 warisan dokumenter dalam UNESCO Memory of the World International Register. Capaian ini menunjukkan kekayaan dokumenter Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan pengetahuan serta perlu dijaga keberlanjutan pelestariannya,” terangnya.

Menurut Mego, lokakarya internasional ini diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai proses nominasi, sekaligus meningkatkan kemampuan para pengelola warisan dokumenter dalam memenuhi persyaratan registrasi MoW. Dukungan UNESCO dan para mitra juga menjadi bagian penting dalam mendorong pengakuan warisan dokumenter Indonesia di tingkat internasional.

Lokakarya diikuti secara luring dan daring oleh perwakilan berbagai memory institutions di Indonesia. Peserta berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, perguruan tinggi, badan usaha milik negara, serta komunitas yang berperan dalam menjaga warisan dokumenter Indonesia.

Selain sesi pelatihan, lokakarya ini menjadi forum konsultasi nominasi warisan dokumenter dari sejumlah negara, terutama Indonesia. Dua nominasi Indonesia yang dibahas ialah warisan dokumenter terkait letusan Gunung Krakatau pada 1883 -1884 yang diajukan bersama Belanda, serta arsip sistem koleksi tumbuhan hidup tropis Kebun Raya Bogor periode 1865 - 2019 yang dinominasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui lokakarya ini, ANRI berharap kapasitas para pengelola warisan dokumenter semakin meningkat, proses nominasi dapat dipersiapkan dengan lebih baik, dan semakin banyak warisan dokumenter Indonesia memperoleh pengakuan pada tingkat nasional, regional, maupun internasional. Upaya tersebut sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber sejarah yang autentik dan memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa.

( tk )


Penulis : tk
Editor : sa

Bagikan

Views: 110

Sarana
Mode Suara
Perbesar Text
Perkecil Text
Skala Abu-abu
Warna
Klise
Penerangan
Garis Bawahi Tautan
Pertegas Text
Atur Ulang
Close menu